Siswa PAUD Boleh Mengenal Calistung
Siswa PAUD Boleh Mengenal Calistung
Siswa PAUD Boleh Mengenal Calistung,

Belajar Sambil Bermain
SUBANG-Siswa-siswi yang menempuh di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diperbolehkan untuk mengenal membaca, menulis dan berhitung (calistung). Tidak ada larangan bagi mereka untuk mengenal calistung di usia dini.
Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Subang, H Ade Mulyana SAg. Menurutnya, bukan tidak boleh siswa PAUD mengenal calistung. Tapi yang menjadi titik beratnya ada pada metode pembelajaran.
"Artinya mereka boleh mengenal calistung. Mereka mengenal calistung tentunya dengan metode pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan usianya,” ungkap Ade kepada Pasundan Ekspres, Kamis (14/1).
Dia menjelaskan, anak usia dini untuk mengenal calistung itu harus menggunakan alat peraga edukatif (APE). Di mana siswa itu mengetahui bentuk terlebihi dahulu baik dari huruf dan angka yakni menggunakan alat peraga edukatif tersebut.
"Pembelajaran di PAUD itu harus kongkret. Di mana siswa bisa melihat, meraba misalnya angka 1 seperti apa. Cukup dengan itu. Terus kemudian, disuguhkan benda-benda. Ada berapa benda itu. Yang sederhana-sederhana saja,” jelasnya.
Lebih lanjut Ade menjelaskan, yang paling penting siswa itu mengenal dulu dan tahu bentuk dari benda yang menunjukan bahwa itu angka juga huruf.
"Tidak boleh guru menulis di papan tulis, kemudian meminta anak untuk menghitung penjumlahan, pengurangan. Belum saatnya sampai ke sana. Minimalnya mereka mengenal, dan itu bukan merupakan suatu paksaan. Karena pada prinsipnya di PAUD itu belajar sambil bermain,” terangnya.
Ada enam aspek pembelajaran di PAUD, antara lain moral agama, bahasa, kognitif, psikomotorik, sosial dan seni. Di enak aspek tersebut memiliki saling keterkaitan satu sama lain.
Dia juga menyayangkan kepada orang tua siswa yang mengharuskan anaknya agar mampu calistung, sehingga ketika masuk Sekolah Dasar (SD) sudah matang. "Jangan memaksakan anak untuk bisa calistung. Kadang orang tua tidak tahu bagaimana metode mengajar pada anaknya. Maka dari itu, setiap lembaga harus mengadakan parenting bersama orang tua siswa minimalnya sebulan sekali,” katanya.
Gunanya program tersebut, agar orang tua memahami metode pembelajaran yang diterapkan di PAUD. Antara guru dan orang tua menggunakan metode yang sama dalam mengajar anak.
"Harus matching metodenya. Jangan sampai di PAUD-nya dengan metode yang berdasarkan kurikulum, tapi di rumah oleh orang tuanya dengan cara merekanya sendiri yang dikhawatirkan memaksa anaknya agar bisa calistung,” pungkasnya.(ysp/ded)


Tekan ikon dibawah ini untuk memberikan reaksi pada postingan ini
Komentar
Pilihan terbaik untuk dibaca

© 2016 | Fourlook.com
Fourlook Intranet by Kwikku Media Nusantara