CCTV Online Mengenali Korban Musibah Air Asia
CCTV Online Mengenali Korban Musibah Air Asia
CCTV Online Mengenali Korban Musibah Air Asia, Salah satu fungsi cctv adalah memonitor keadaan sekitar, contoh nyata berikut menjadi bukti sangat penting untuk memasang atau memiliki cctv.


Empat jenazah kembali ditemukan tim Basarnas, Minggu (4/1). Tiga di antara empat jenazah ditemukan kapal perang Jepang JS Onami. Disebutkan, tiga jenazah itu ditemukan di 108 mil laut dari Pangkalan Bun. Lokasi tepatnya berada di koordinat S 04 02,55 dan E 110 21,96.

Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi oleh helikopter Sea Hawk milik Amerika Serikat ke Lanud Pangkalan Bun sekitar pukul 14.50. Tiga jenazah tersebut merupakan korban ke-31, 32, dan 33 yang telah ditemukan.
Berdasar hasil identifikasi awal di RSUD Sultan Imanudin, Kotawaringin Barat, ketiga jenazah diketahui berjenis kelamin laki-laki (31 dan 33) dan perempuan (32). Selang berapa jam setelah kedatangan tiga jenazah itu, helikopter Super Puma 79 milik Singapura membawa satu jenazah laki-laki yang ditemukan kapal RSS Persistence.
Hasil identifikasi awal menyebutkan, jenazah tersebut diketahui berkelamin laki-laki. "Semua jenazah yang datang hari ini kategori usia dewasa, 30-an," ujar anggota DVI Mabes Polri AKBP Sumy Hastry Purwanti.
Empat jenazah itu langsung diterbangkan ke Surabaya dengan menggunakan pesawat CN-235. RSUD Sultan Imanudin telah menyiapkan cold storage jika jenazah yang datang harus menginap di Pangkalan Bun.
"Kami menyiapkan ini karena hari ini (kemarin, Red) sudah hari kedelapan. Kami jaga-jaga jika ada jenazah yang tidak utuh dan harus diidentifikasi di sini," ujar Bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar.
Selain cold storage yang mampu mengatur suhu hingga -20 derajat Celsius, pihaknya sudah menyiapkan sarana dan prasarana identifikasi seperti yang disyaratkan DVI (disaster victim identification). Mulai tenda tempat identifikasi, tempat menaruh jenazah, hingga pembuangan limbah.
Sementara itu, proses identifikasi jenazah penumpang pesawat QZ8510 di RS Bhayangkara, Surabaya, terus berlanjut. Tepat pada hari kedelapan setelah jatuhnya pesawat, tiga jenazah kembali berhasil dikenali. Seluruhnya tercatat sebagai warga negara Indonesia. Dua di antaranya penduduk Surabaya. Yakni, jasad Jie Stevie Gunawan. Dia anak berusia sepuluh tahun.
Jenazah berlabel B015 itu dipastikan sebagai Stevie setelah tim DVI Polda Jatim menggunakan dua metode sekaligus. Yakni, metode primer dengan sidik jari yang dinyatakan cocok atau match antara data ante mortem dan post mortem. "Data sekunder dengan hasil pantauan CCTV juga sesuai," ujar Kabiddokkes Pusat Brigjen Arthur Tampi yang terjun langsung dalam proses identifikasi.
Menurut dia, CCTV Bandara Juanda berhasil mengambil gambar Stevie saat boarding menuju Singapura. Baju yang dipakai saat keberangkatan dan ketika ditemukan masih sama. Yakni, sweter lengan panjang berwarna merah muda.
Gadis kecil yang beralamat di Jalan Kupang Indah 21/29, Surabaya, itu mengenakan celana panjang jins biru. Stevie juga memakai kaus garis-garis bermotif merah dan putih. Di bagian depan kaus ada gambar karakter kartun Mini Mouse. "Dari data-data ini tidak terbantahkan jenazah sebagai Jie Stevie Gunawan dari Surabaya," ucap Arthur.
Berdasar data kependudukan Pemkot Surabaya, Stevie tidak sendiri saat berangkat ke Singapura. Dia bersama tiga anggota keluarganya. Yaitu, Jie Stephanie Gunawan, 21; Jie Steven Gunawan, 19; dan Jie Charly Gunawan, 48. Artinya, total ada empat anggota keluarga Gunawan dalam penerbangan tersebut. Hingga kini, nasib ketiga keluarga Gunawan lainnya belum diketahui.
Jenazah kedua yang teridentifikasi dengan label BO16 atas nama Juanita Limantara asal Pucang Anom Timur 2/52, Surabaya. Jasad diidentifikasi dengan metode primer sidik jari. Berdasar fingerprint jasad, data antara ante mortem dan post mortem terbukti identik.
Selain itu, data odontogram atau gambar struktur gigi identik. Selanjutnya, metode sekunder berupa data medis yang menunjukkan jenazah berjenis kelamin perempuan. Usianya 30 tahun. "Dari data sidik jari, odontologi, dan data sekunder, maka label tersebut tidak terbantahkan lagi. Kami identifikasi sebagai Juanita Limantara," ujar Arthur.
Kemudian, jenazah berlabel B018 diidentifikasi dengan nama Wismoyo Ari Prambudi. Dia adalah salah seorang pramugara AirAsia yang ikut penerbangan tersebut. Identifikasi berdasar metode primer berupa odontogram atau gigi cocok antara data yang diserahkan keluarga dan jenazah.
Selain itu, sidik jari identik dengan milik jasad. Lalu, berdasar data medis, jenazah berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan 170 cm sampai175 cm. "Dipastikan jenazah atas nama Wismoyo Ari Prambudi dengan usia 24 tahun. Warga Klaten," terang Arthur.
Setelah proses identifikasi, keluarga jenazah langsung diberi tahu. Serah terima berlangsung khidmat. Kedukaan mendalam terlihat di wajah para keluarga. Jie Stevie Gunawan, misalnya. Keluarga membawa foto sang anak semasa hidup. Anggota keluarga turut menciumi foto kenangan tersebut. Di situ tampak Stevie tersenyum ceria. Seorang rohaniwan tampak dalam prosesi tersebut. Setelah itu, jenazah Stevie di dalam peti langsung dibawa dengan menggunakan kendaraan dari rumah duka.
Total, hingga kemarin, sembilan jenazah dapat dikenali dan diserahkan kepada keluarga. Mereka adalah Hayati Lutfiah Hamid, Grayson Herbert Linaksita, Kevin Alexander Soetjipto, Themeiji Thejakusuma, Hendra Gunawan Syawal, Jie Stevie Gunawan, Juanita Limantara, dan Wismoyo Ari Prambudi.
Hingga kemarin, ada 34 jenazah di RS Bhayangkara. Itu berarti, masih ada 25 jenazah yang belum dikenali. Perinciannya, 13 jenazah masih menjalani pemeriksaan final dan 12 jasad sudah masuk tahap rekonsiliasi.
Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Anas Yusuf menjamin seluruh tim ahli forensik tidak akan berhenti bekerja mengidentifikasi korban. Bahkan pada hari libur seperti Minggu. "Tim ahli dari perguruan tinggi dan kepolisian negara lain dilibatkan semua," ujarnya.
Bantuan yang dimaksud adalah tujuh orang dari Singapura yang kini berada di posko ante mortem Polda Jatim. Perinciannya, lima ahli sidik jari serta masing-masing satu ahli patologi dan odontologi forensik. Hari ini (5/1) direncanakan datang lagi tim ahli dari Australia dan Korea Selatan. Yakni, ahli odontologi dan patologi.
Selama ini tim DVI terus menyampaikan kepada keluarga terkait perkembangan terbaru. Keluarga korban juga difasilitasi rohaniwan. Setiap hari ada misa arwah dan kebaktian. Ada juga dokter dan tim psikologis yang disiagakan untuk keluarga.
Sementara itu, hingga kemarin, data ante mortem masih kurang satu. Kemudian, DNA masih kurang 34 orang. Kekurangan itu cukup besar. Padahal, data tersebut kini mutlak dibutuhkan. Sebab, kondisi jenazah yang telah meninggal lebih dari sepekan secara visual tidak bisa dikenali. Akibatnya, sidik jari sulit didapatkan. Karena itu, kondisi jenazah sejak ditemukan hingga dievakuasi ke RS Bhayangkara harus dalam keadaan baik. Jenazah tidak boleh rusak selama perawatan.
Karena itu, data DNA pun menjadi andalan. Masalahnya, identifikasi dengan DNA setidaknya membutuhkan waktu satu hingga dua pekan. Karena itu, tim DVI meminta keluarga segera mengumpulkan sampel DNA. Tata caranya dipandu tim. Nanti ada juga tindakan otopsi bagi jenazah tertentu. Otopsi bertujuan mencari penyebab kematian.

Tekan ikon dibawah ini untuk memberikan reaksi pada postingan ini
Komentar
Pilihan terbaik untuk dibaca

© 2016 | Fourlook.com
Fourlook Intranet by Kwikku Media Nusantara