3 Mitos Unik Dalam Pondok Pesantren
3 Mitos Unik Dalam Pondok Pesantren
3 Mitos Unik Dalam Pondok Pesantren,

Pesantren adalah tempat dimana seseorang mendalami ilmu, khusunya ilmu agama. Ditempat ini manusia di gembleng dengan berbagai pelajaran ilmu dan akhlak ,supaya ketika mereka terjun ke masyarakat kelak mereka dapat mengamalkan apa yang telah diperolehnya selama di pesantren.

Pesantren mempunyai lingkungan yang unik dimana peraturan ketat tertanam didalamnya. Setiap santri sangat dibatasi pergaulannya dengan dunia luar, dididik menjadi pribadi yang mandiri, dan disiplin. Dari lingkungan tersebut, tumbuhlah kebiasaan-kebiasaan dan keyakinan unik dalam pesantren yang hidup selama bertahun-tahun.

Berikut 3 mitos unik yang hidup dilingkungan Pesantren:


Penyakit gatal dan Ilmu

Hampir setiap santri pernah mengalami penyakit gatal, yang istilahnya di jawa adalah penyakit Gudik. Biasanya santri yang terjangkit penyakit ini adalah santri yang relatif baru. Penyakit Gudik ini biasanya berupa kulit gatal dan merintis, bahkan sampai bernanah dan menyakitkan. Di lingkungan pesantren, dipercaya bahwa penyakit Gudik yang diderita santri adalah suatu pertanda bahwa ilmu yang diembannya selama dipesantren sudah masuk atau terserap. Sehingga santri tidak perlu terlalu risau atau kawatir atas penyakit yang dideritanya.

Tentu saja kepercayaan tersebut tidak benar menurut medis. Bahwa kepercayaan itu dimaksudkan supaya santri beradaptasi dengan lingkungan pesantren dan dapat bertahan belajar lebih lama.


Tirakat dan Kesaktian

Tirakat adalah sebuah upaya untuk menahan nafsu yang berhubungan makanan. Dalam dunia pesantren, tirakat diwujudkan dengan perilaku berpuasa, makan seadanya (asal kenyang), bahkan menghindari rasa kenyang. Tujuan dari tirakat ini adalah ibadah yang diwujudkan dengan perilaku hidup sederhana. Beberapa santri melakukan tirakat dengan puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak dan berturut-turut), memakan apapun yang bisa dimakan asalalkan halal, bahkan secara kestrim memakan nasi aking, nasi agak busuk, atau makanan yang busuk namun diolah menjadi makanan enak. Dipercaya hidup dengan cara makan seperti ini maka akan mendapat kedigdayaan atau kesaktian & tidak berpengaruh pada kesehatan tubuh.

Perilaku tersebut sangat bertentangan dengan Ilmu medis, bahwa manusia butuh memakan makanan yang bergizi dan bervitamin supaya tubuh dapat terhindar dari dari penyakit. Banyak orang yang melakukan tirakat ekstrim tersebut berakhir dengan kesehatan yang buruk dengan tubuh yang sakit-sakitan, bahkan tidak mendapatkan kesaktian sama sekali yang sebagaimana diyakininya.


Kesaktian Kyai dan Santri Senior

Umumnya banyak rumor berkembang di pesantren tentang kelebihan-kelebihan (kesaktian Kyai dan Santri Senior) yang mempunyai kesaktian laiknya kekuatan Super Hero. Kyai memang memang mempunyai amalan-amalan untuk keselamatan, dan santri senior pun umumnya juga memperoleh beberapa amalan dari sang Kyai. Tapi bukan berarti amalan-amalan tersebut dapat membuat sang Kyai dan Santri senior mempunya kekuatan Super Hero. Melainkan supaya Allah senantiasa memberikan perlindungan terhadap dirinya maupun orang lain. Kyai adalah manusia biasa yang mempunyai kelebihan penguasaan Ilmu agama. Pengabdian dan perjuangannya dalam menyiarkan ajaran agama sangat layak kita hormati.


Mungkin bagi yang pernah mengenyam di Pondok Pesantren (terutama masa 20 Tahun keatas), tidak asing dengan rumor-rumor diatas. Namun seiring dengan perkembangan zaman khusunya di dunia digital saat ini rumor seperti itu sangat mungkin sedikit demi sedikit terkiris bahkan hilang sama sekali. Namun bagaimanapun kesan kehidupan dunia pesantren akan selalu membawa kenangan saat kita sudah tidak lagi tinggal disana.


Ngopi sek... :)


Tekan ikon dibawah ini untuk memberikan reaksi pada postingan ini
Komentar
Pilihan terbaik untuk dibaca

© 2016 | Fourlook.com
Fourlook Intranet by Kwikku Media Nusantara